aPAKAH PROSES MEMASAK DAPAT MENGHILANGKAN ZAT GIZI PADA MAKANAN?
by: ayu/04 Juni 2024
Memasak dengan teknik yang tepat bisa mematikan kuman berbahaya dalam makanan. Namun, rupanya proses memasak bisa membuat kandungan gizi makanan hilang. Lantas bagaimana metode memasak yang benar?
Benarkah zat gizi bisa hilang saat proses memasak?
Suhu panas yang digunakan selama memasak dapat mengubah, mengurangi bahkan menghilangkan kandungan zat gizi dalam makanan.
Memang tidak semua zat gizi sensitid terhadap panas, tetapi suhu yang tinggi bisa mengurangi jumlah vitamin dan lemak pada makanan.
Vitamin tertentu, terutama vitamin larut air, sangat sensitif terhadap panas yang dihasilkan selama proses memasak.
Lemak lebih tahan terhadap suhu panas daripada zat gizi lainnya. Namun, ketika kamu memasak makanan berlemak contohnya seperti memasak steak, dengan suhu 200 derajat celcius atau lebih, stuktur kimia lemah dapat berubah. Lihat resep masakaan steak lainnya juga disini.
Pemanasan lemak tidak hanya merusak stuktur kimianya, tapi juga menghasikan bau tidak sedap dan mengubah rasa pada makanan. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membatasi konsumsi makanan berlemak yang dimasak dalam minyak goreng yang terlalu panas. Temukan resep masakan tanpa minyak disini.
Apa Saja Zat Gizi Yang Hilang Saat Memasak?
- Vitamin Larut Air
Vitamin larut air, terutama vitamin C dan vitamin B, sangat sensitif terhadap panas. Kedua vitamin ini banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan.
Penelitian dalam Chuli Zeng (2013) menunjukkan bahwa merebus sayuran dapat menghilangkan kandungan vitamin C lebih dari 50% pada bayam, selada, dan brokoli. Metode memasak dengan cara dikukus merupakan metode yang paling baik untuk mempertahankan kandungan vitamin C dalam sayuran tersebut.
Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of The Pakistan Medical Association juga menunjukkan bahwa merebus susu selama 15 menit bisa mengurangi jumlah vitamin B1, B2, B3, B6, dan B9 sebesar 24 – 36 persen.
2. Vitamin Larut lemak
Vitamin larut lemak sangat sensitif terhadap panas, udara, dan lemak. Ini termasuk vitamin A, D, dan E, yang dapat berkurang jumlahnya jika dimasak dalam minyak panas.
Lantaran dapat larut dalam lemak, vitamin ini kemudian larut dalam minyak panas yang digunakan untuk memasaknya. Namun, vitamin K lebih stabil terhadap panas dan tidak mudah hancur.
Agar tidak banyak kehilangan kandungan vitamin A, D, E, dan K dalam makanan, Anda bisa memasak bahan makanan tersebut dengan merebusnya.
3. Asam Lemak Omega-3
Asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan ternyata tidak tahan dengan panas tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa menggoreng ikan tuna atau cakalang dapat menurunkan kandungan asam lemak omega-3 sebesar 70 – 85 persen. Sementara itu, memasak ikan tuna dengan cara dipanggang hanya akan menghilangkan sedikit kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan tuna. Begitu juga dengan merebus ikan, metode memasak ikan ini dapat mempertahankan asam lemak omega-3 lebih banyak daripada menggorengnya.
Berikut Adalah Beberapa Tips Untuk Meminimalkan
Kehilangan Zat Gizi Selama Memasak:
- Gunakan metode memasak dengan cepat: Seperti mengukus atau menumis yang lebih cepat dan menggunakan sedikit air.
- Kurangi waktu memasak: Jangan terlalu lama memasak makanan, terutama sayuran, untuk mempertahankan kandungan nutrisinya.
- Gunakan air rebusan: Dalam sup atau saus untuk mempertahankan vitamin larut air
- Tutup panci saat memasak: Untuk mengurangi paparan oksigen
Yuk, mulai sekarang download aplikasi wuenak.idn untuk tau seputar resep masakan yang dapat memenuhi kadar gizi harian kamu klik disini ya, untuk dapetin promo premium pertamamu! Dan gunakan juga fitur-fitur yang ada di aplikasi Wuenak.Idn.

Wah artikelnya sangat membantu menambah informasi. Good